Rabu, 01 Desember 2010

Mengutip petikan "mbah" Rono

" .........Merapi saat ini sedang memberikan limpahan kesuburan, yang akan di nikmati masyarakat merapi kelak.. jadi masyarakat saat ini di harapkan menyingkir sedikit, sangat bersabar, tenang, dan menyiapkan stamina lebih untuk menghadapi kejadian yang saat ini terjadi.....merapi ini kan lebih banyak memberi, dari pada meminta, merapi telah memberi mata air yang jernih, tanah yang subur,bahkan telah bisa membangun gedung2 yang tinggi krena materialnya.....jadi, kita harus menanggapinya dengan bersabar.... "

- Surono, Kepala PVMBG -
source: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5833652


Saya bukan lah korban langsung dari amukan merapi ini,
dan mungkin saya juga tidak terlalu tahu banyak mengenai perkembangan musibah merapi,
tapi setidaknya saya mengerti betapa menderita dan paniknya kondisi para korban disana..

Petikan kalimat dari Pak Surono diatas mungkin adalah suatu bentuk kearifan yang langka dalam menyikapi fenomena ini. Beliau tidak langsung menyatakan ini sebagai bencana, tapi sebuah siklus alam. Ada saatnya bagi kita untuk mengalah pada kekuatan alam dan selalu tetap tawakal.

Kata-kata beliau setidaknya mampu menenangkan para korban, menularkan semangat untuk selalu berpikiran positif dan mampu mengajak seluruh orang untuk mampu mengambil hikmah dari semua kejadian yang ada.


Namun sayangnya kalimat ini bukan berasal dari orang-orang yang mengaku sebagai wakil rakyat, yang lucunya malah berkomentar menikam hati orang-orang yang diwakilinya..
(tetep masih kesel sama orangyangtidakpunyaotaktapipunyakekuasaan)



Bangkit JOGJA!May God bless Indonesia



Selasa, 30 November 2010

Kembali Berjalan: Road Trip

Pada tanggal 1 November 2010, adik saya, Dian akan diwisuda di kampusnya UUM. Karena sangat ingin menghadiri acara tersebut, saya akhirnya mengajukan ijin cuti dari tanggal 29 Okt- 7 Nov. Sungguh merupakan suatu rentang hari yang cukup panjang untuk berlibur.

Cerita perjalanan liburan saya selama 1 minggu lebih ini dapat saya kelompokkan menjadi dua bagian; sesi road trip dan backpack zone.


1. Road Trip

Saya mendarat di LCC Malaysia 29 Nov pukul 23.00. Ternyata rombongan keluarga besar saya telah terlebih dahulu mendarat disana hampir 4 jam sebelum kedatangan saya. Rombongan ini sendiri terdiri dari orang tua dan adik saya, ikut serta pula kakek nenek. Selain itu tante dan sepupu-sepupu pun ikut bergabung. Serta seorang tamu undangan khusus yaitu sang pacar dari adik saya, yang akihrnya nanti akan ikut berbelpek ria di thailand. Rombongan besar berjumlah 16 orang ini akan dibagi ke dalam 2 mobil, dimana masing-masing terdiri dari 8 orang tiap mobilnya.

Bagian pertama perjalanan saya ini saya namakan dengan "road trip". Hal ini dikarenakan dari 4 hari total perjalanan saya bersama keluarga besar kali ini, hampir 75% waktu perjalanan saya habiskan selama di perjalanan. Titik awal Road Trip ini sendiri akan bermula dari Kuala Lumpur dan kemudian menuju Singapura. Selepas Singapura kami akan langsung bergerak ke utara menuju Sintok dimana kampus adik saya berada. Setelah itu kami akan kembali pulang menuju KL sambil menyempatkan diri dulu untuk melihat-lihat kota Penang.

And here the story goes…

Perjalanan dimulai dengan tujuan pertama: Singapura.

Selepas meninggalkan LCC sekitar pukul 24.00, perjalanan akan diarahkan menuju selatan. Sempat mampir “menginap” sebentar di rest area, yang kelak rest area-rest area ini akan menjadi penginapan utama selama perjalanan saya kali ini. Rest area yang kami singgahi kurang lebih serupa dengan yang biasa kita jumpai sepanjang tol cipularang. Berbagai fasilitas mulai dari musholla, food court dengan varietas makanan yang tinggi, parkiran luas, serta kamar mandi yang benar bersih. Musholla dan mobil pun menjadi pilihan utama untuk meluruskan badan dan memejamkan mata barang sejenak sebelum kami melanjutkan perjalanan di pagi harinya.











Di pagi hari setelah 2 jam perjalanan selepas check-out dari rest area, Johor pun berdiri tegak menyambut kami. Kota ini berperan sebagai pintu gerbang untuk dapat masuk menuju Singapura. Masalah imigrasi? Disini semua serba drive-in, anda tidak perlu repot-repot keluar mobil untuk menjalani segala prosedur keimigrasian. Namun berhubung saya dan sebagian keluarga baru pertama kali ini memasuki Singapura, terpaksalah kami diajak “berkenalan” terlebih dahulu dengan petugas imigrasi nya melalui prosedur wawancara dan pengecekan passport.

30 Oktober, Singapura. Kami berpusing-pusing di kota peninggalan Sir Raffles ini tidak lebih dari 8 jam. Hanya sempat menjenguk bagaimana bentuk marlion yang sesungguhnya dan setelah itu hanya berjalan-jalan keliling kota. Itupun tanpa sempat ke Santosa Island. Benar apa kata orang, ini negeri mahal bung!

Adik saya pun sempat bercanda bahwa sebenernya harga barang (nominal angka) di Singapura dan di Malaysia itu sama, yang berbeda itu cuma mata uang nya.


Destinasi kedua: UUM, Sintok, Malaysia

Perjalanan pun di lanjutkan malam hari meninggalkan Singapura. Sempat menginap lagi di rest area sebelum KL, kemudian perjalanan kembali dilanjutkan pada pagi harinya sembari singgah sebentar di Putra Jaya KL untuk langsung menuju UUM di Sintok, sambil sesekali menghampiri beberapa teman papa yang kebetulan bertempat tinggal sejalan dengan perjalanan menuju UUM. Tak terasa selama seharian penuh ini kami menghabiskan waktu di atas kendaraan menyusuri jalan bebas hambatan sepanjang semenanjung Malaka ini.










Pagi hari 1 Nov di UUM. Kampus ini memiliki pemandangan yang luar biasa rapi dan luas. Terletak di ujung perbatasan Malaysia dengan thailand, serta jauh dari hingar bingarnya perkotaan sehingga menyebabkan kampus ini terasa sangat asri dan tenang.


Dian diwisuda di hari ini. Acaranya sendiri berlangsung di auditorium yang beratmosfer tidak jauh berbeda dengan Sasana Budaya Ganesha ITB. Ternyat acara formil wisudaan disini pun tidak jauh berbeda dengan yang pernah saya alami dulu. Tapi yang dirasa cukup berbeda, acara wisudaan ini diseliingi oleh beberapa penampilan kesenian musik. Ok, saya akui paduan suara mereka terdengar cukup menyeramkan, tapi UUM berani menampilkan diversity kebudayaan mereka dengan menampilkan berbagai nstrumen kesenian seperti: Bag Pipe, Big Band, Indian traditional music, dan bahkan angklung, gamelan, serta talempong pun tidak ketinggalan untuk unjuk kebolehan disini. Ironis, sebagai bangsa yang mengklaim kesenian tersebut sebagai hak miliknya, boro-boro untuk membanggakannya sebagai kekayaan intelektuil bangsa sendiri, sekedar mempertontonkannya di acara-acara formil sehari-hari kayaknya aja masih dirasa sangat kurang.



Hal lain yang cukup mencengangkan saya adalah kampus ini memiliki race gokart sendiri!!! (sayangnya karena hujan selama beberapa hari di sana, saya pun tidak sempat untuk menjajal sirkuit ini :p). For more additional info, Bapak ketua dewan legislatif kita yang terhormat ternyata wisudaan juga di UUM tepat satu hari sebelum adik saya. Terlihat umbul-umbul bergambar beliau di beberapa titik di dalam kampus.


Saya sempat membayangkan kalo umbul-umbul tersebut bisa tercancam dijadikan keset kaki alternatif oleh para rakyat yang geram dengan komentar kenegaraan wakil rakyatnya mengenai musibah mentawai.

Setelah dua hari menetap di kampus UUM, pada tanggal 2 Nov pagi kami pun melanjutkan perjalanan kembali menuju KL. Saya dan Doli akan berpisah dengan rombongan disini. Kami akan melanjutkan perjalanan meunuju Chiang Mai pada tanggal 3 Nov pagi, sedangkan keluarga yang lain akan kembali ke Indonesia pada tanggal 4 Nov.

Di perjalanan sebelum mencapai KL, kami sempatkan untuk mampir dahulu di kota terbesar kedua Malaysia, Penang. Kota-pulau yang letaknya terpisah dari semenanjung Malaka ini dihubungkan oleh sebuah jembatan yang di klaim sebagai terpanjang di Asia tenggara. Pulau penang dan semenanjung Malaka mungkin bisa saya analogikan secara geografis dengan Madura dan Jawa. Semenanjung Malaka dan Jawa memiliki peran yang sama yaitu sebagai epicentrum dari segala urusan pemerintahan, perekonomian, dan kebudayaan bagi masing-masing negara. Dengan kondisi analogi seperti seperti itu, maka seharusnya Madura dan Penang memiliki kondisi demografi yang nyaris sama. Jika Penang mampu berdiri sebagai kota terbesar kedua di Malaysia bahkan dilengkapi dengan International Airport tersibuk setelah KLCC Kuala lumpur, sedangkan untuk Madura, maaf mungkin saya tidak bisa berkomentar banyak.



Melintasi jembatan Penang sepanjang 13,5 km ini saya hanya bisa geleng-geleng kepala kalau (dulu) betapa kagumnya saya dengan jembatan Suramadu. Ternyata dari saudara muda yang sering kita caci maki ini, masih banyak hal yang perlu kita pelajari dari mereka.

Rabu, 17 November 2010

Pandji - Lagu Melayu



Pandji kembali beraksi.

Setelah beberapa waktu lalu sangat akrab di telinga saya dengan gerakan ”Indonesia Unite”-nya, kini kembali menjual nilai-nilai nasionalisme melalui sisi musikalitasnya. Dan serunya lagi, “Lagu-Melayu” yang berada di album “MERDESA” dapat langsung diunduh gratis dari http://www.pandji.com/merdesa/ .

Lagu yang sangat-sangat mampu mempengaruhi saya untuk berkenalan erat dengan negeri sendiri.



bangun pagi, buka jendela di bukit tinggi
udara segar masuk ke kamar, rebahan bentar, tidur lagi
atau niat bangun pagi-pagi liat sunrise di borobudur, asik sendiri
atau ke Kupang menatap pantai bersantai kita sambil mengopi
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
pernahkah engkau sendiri di pantai samalona makassar
atau ke Belitong lalu ke pantai, foto-foto di depan batu yang besar
atau Manado di bulan Juli, kekayaan lautnya lebihi Bali
di pantai Pulau Siladen menatap Manado tua terasa keren

main bola dengan pemuda di desa sumberejo lampung utara
atau main basket dengan penuh gaya di stadion DBL Arena Surabaya
di manapun kita berada selama berdiri di Indonesia
harus bangga, harus berkarya, dan harus dengarkan pantun saya

reff:
jalan-jalan ke pasar ketemu mbak ayu
duduk bersamanya dan minum-minum jamu
jangan pernah malu punya darah melayu
karna itu kekayaan milik bangsamu
[2x]

banyak orang di Indonesia hanya pergi ke kota-kota yang sama
libur ke Singapore atau ke Malaysia, weekend ke Bandung, pulang ke Jakarta
hanya tahu tentang Indonesia dari berita TV dan koran saja
bukalah kopermu, isi dengan baju, banyak destinasi yang bisa dituju

pernahkah kau dan seorang kawan ngopi kotang susu jahe di Blandongan
atau di Medan ke nelayan nikmati seporsi pancake durian
sempatkan untuk meluncur ke Padang makan sate padang Mak Syukur
atau di Malang duduk dengan tenang dengan secangkir hangat Wedhang Secang

apabila kau ragu untuk menjelajahi negrimu
perjalanan pesawat tak makan waktumu kecuali Papua hanya setidurmu
siapa lagi kalau bukan kamu yang jadi DUTA UNTUK BANGSAMU
negri yang kaya kamupun tahu sekarang giliran dunia yang tahu


repeat reff


anak-anak yang ada dimana-mana
semua punya senyum yang sama, semua simpan mimpi yang sama
sayang skali oleh kakaknya yang darah melayu digoda-goda
charly, lanjutkanlah kau berkarya, mungkin kelak kita bisa…

repeat reff


pliss bgt,
be proud with your beloved country..

Jumat, 29 Oktober 2010

Hari ini mulai jalan..

pukul 09.16..

beep..
sms dari pacar,mampir ke hape...

"Mpung..

dua tahun lalu ada yang semangat nyeritain mimpi mau keliling eropa, bekpekeran... beberapa bulan yang lalu ndud yang dapet kesempatan duluan...

now its your turn..

selamat travelin..
selamat ngerasain extraordinary experience,
good or bad =).."

Yap..
today i'm leaving the town for a while..
Not for europe as my destination for now..
i'd rather choose thailand as my first step learning the meaning of traveling itself..

wish me luck for my first time experience having this remarkable overseas traveling

p.s:
i already noted Phuket and Europe as our next destinations as i promised you before, would you?
:D

Selasa, 12 Oktober 2010

Tour d'Java (Part 1)

While writing this post, it just reminds me the previous post i have made couple years ago. At that moment, i have planed such a marvelous idea about backpack traveling around Java (check this: trip to sempu). Starting from Bandung, the trip would across several Java’s big cities and finish at Sempu Island in East Java. Ironically, all the plans we have set did not bring us to any realization yet.

And then..

Almost two years from that time, now i gladly report that i have done that traveling stories, although it came with some different cities as i have planned before. Sempu Island, as the finish line for the previous plan, is already noted for upcoming trip for next month.

For stories from the cities i have visited in, here they are:

1.Central Java


a.Solo
Unfortunately, I only spent less than 1 day in this thousands-of-culture-heritage city. Things i remembered most about this city is the remarkable delicious soup named Teamlo. I do believe i have to visit Solo again in the future in order to explore more another hidden legendary beauty there.

b.Dieng- Wonosobo
Hey Indonesia!
Proudly announced that i have stepped my own feet on the second highest plateau around the globe, DIENG!





Dieng is located 2100 m above the sea level and recognized as the second highest plataeu after The Himalaya. It only took 45 minutes from Wonosobo. Along the road to Dieng, the travelers would be amazed by spectacular scenery of the combination between hills, mountains, farm and the high land.

Dieng offers thousands of interesting places and unique cultures. Enjoying the beautiful sunrise might be the first thing you may not miss here. Besides that, Telaga Warna also known as one of the most favourite destination in Dieng. Few years ago, it has several colours appeared on its surface. Unfortunately, the deforestation effect of the mountains turned the Telaga warna into only a single colour appeareance lake.



Another places that you have to visit are The group of temples, Gatot Kaca, Pendawa Lima,or Arjuna. It absolutely fascinating all the travelers with its own unique structures and stories.
Another natural beauty of Dieng is the Crater of Sikidang. Just pay more attention cause this active creater emit strong sulphur odor at the air.



Things that really remarkable for me is the local spheres around is not so-like Indonesia. An extremely cold ambient temperature completed with pure fresh air around turn my self into forgetting Gresik for a while. Just make sure to equip yourself with extra clothes or jackets to keep your body warm.

For further information, it is highly recommended to pleased yourself with a unique food called “mie ongklok” at Wonosobo. A unique combination from a plate of thick sauce noodle while served with beef satay as a compliment. Obviously a must-tried cullinery!



c.Ambarawa Bandungan
Ambarawa is a great option in spending holiday with your family. Beautiful scenery and tracking path around the Gedung Songo Temple are the things that you can not miss from this place. Gedung Songo is a group of 9 temples which located separatedly by hills. The adventure challenge you to complete visiting all the temple only by walking.



Tons of thanks for the Nasti’s family for inviting me into their beautiful family gathering. Yes, I truly wish i could join with her another family events in the future.



to be continued....

Minggu, 19 September 2010

Kembali Pulang Ke Rumah – Part 1

Mudik tampak telah menjadi ritual wajib bagi para perantauan ketika masa libur lebaran telah tiba. Rasa kangen yang membludak untuk kembali berkumpul dengan keluarga menjadi motif utama bagi para musafir tersebut untuk kembali ke pangkuan kampung halaman yang telah ditinggalkan lama. Dan tentunya setiap perjalanan mudik mampu membawa cerita tersendiri bagi para pelakunya, terutama bagi saya tentunya.

Perjalanan mudik tahun ini memberikan banyak pelajaran tersendiri bagi saya. Tidak habis waktu dan tenaga rasanya untuk membagi pengalaman yang saya dapatkan ketika selama perjalanan tersebut. Pelajaran berharga pertama saya kali ini harus saya tebus dengan sangat mahal. Lolita a.k.a laptop item kebanggaan ane hilang berpindah tangan yang murni disebabkan oleh kecerobohan dalam menjaga barang.

. . .

Dengan menggunakan bis P*hal* Kenc*n* saya meninggalkan Gresik untuk menuju Bandung. Satu tas kecil dengan hape dan dompet, satu tas jinjing besar berisikan baju, satu bungkus oleh-oleh untuk keluarga pacar, serta satu tas backpack dengan laptop didalamnya merupakan bawaan yang dibawa pada hari tersebut. Tas jinjing masuk bagasi, paket oleh-oleh disimpan loker di atas kursi, tas kecil yang selalu menempel di badan, namun tas backpack yang “hanya” duduk manis dibawah kursi. Di tiket yang tercetak, saya seharusnya duduk di baris tengah dan berdampingan dengan seorang pemuda. Tapi tampaknya hari ini bis kelihatan tampak sangat lengang, sang kenek pun memberitahu bahwa masih banyak kursi kosong tersisa. Tampaknya tidak ada salahnya bagi saya untuk pindah barisan, menuju tempat duduk lapang dan sendiri. Kelak, hal tersebut merupakan keputusan yang akan sangat saya sesali.

Semua berjalan lancar, aman, dan tanpa ancaman selama perjalanan. Ketika break perjalanan untuk makan malam, tas backpack pun turut ikut serta dipanggul selama makan. Namun setelah itu, tas ini pun kembali disimpan rapi dibawah kursi, sedangkan saya terus terlelap hingga melewatkan break sahur. Aneh memang, dari beberapa kali perjalanan saya ke bandung, saya tidak pernah tidur senyenyak ini.

Bandung di pagi hari, bus berjalan pelan di tengah keramaian Jalan Soekarno Hatta. Saya pun berkemas untk bersiap turun di perempatan Kiaracondong. Dengan sigap tas backpack pun kembali menempel punggung. Tapi tampak terjadi keributan kecil di kursi barisan depan yang dipicu oleh seorang penumpang yang menempati kursi yang tepat dibelakang supir. Laki-laki yang sekitar berumur 30 tahun-an tersebut tampak panik sambil sesekali merogoh tasnya.

“Bagaimana ini pak, laptop saya hilang.” ujar laki-laki tersebut.

Ketika mendengar keluhannya tersebut, saya pun sempat menahan nafas untuk sementara. Saya merasa ada yang tidak beres, kenapa tas backpack tidak terasa berat seperti biasanya.

“Astaghfirullah, saya juga...”

. . .


Kehilangan (barang) menjadi hal yang sedikit langka diri saya pribadi. Sejak dari masa dahulu kala tampaknya saya termasuk orang yang cukup beruntung dalam masalah ini. Sudah cukup banyak kasus teman-teman yang telah mengalami kehilangan baik itu barang berupa HP, laptop, kamera , dompet, motor, dll ataupun orang-orang yang mereka sayangi. Lolita tampaknya menjadi kali pertama bagi saya untuk merasakan bahwa kehilangan itu sungguh sangat tidak mengenakkan.

Tampaknya benar apa kata orang, sesuatu akan terasa sangat berharganya tepat ketika ia telah meninggalkan kita. Seharusnya saya bersyukur, karena saya diingatkan “hanya” dengan sebuah laptop, bukan dengan hal lain yang lebih saya sayangi.

Saya sekarang sadar bahwa sudah sepantasnya kita mensyukuri dengan apa yang telah kita punyai. Hal ini memberikan pelajaran berharga bahwa jagalah dengan sebaik mungkin apapun yang saya miliki sekarang, apalagi hal tersebut merupakan seseorang yang amat sangat berarti bagi kita.


Terima kasih Lolita untuk dua tahun yang sangat berkesan ini.
Maaf ya Papa, uda sudah menghilangkan barang kesayangan papa ini. Mungkin lain waktu, uda bisa menggantinya dengan pengganti yang jauh lebih baik.

Rabu, 04 Agustus 2010

Kembali berjalan...

Mungkin sudah lama saya tidak merasakan gairah ini kembali..
yap!!
hasrat yang bergelora untuk kembali berjalan melangkah untuk tengak-tengok keindahan negeri :)

Diilhami oleh setumpuk kejenuhan yang telah memuncak, informasi-informasi wisata murah-meriah di internet, berbagai cerita perjalanan beberapa teman dan kecemburuan mendalam pada teman yang bolak-balik sppd muter-muter indonesia, tampaknya berbekpek-ria muncul menjadi solusi cerdas dalam menghabiskan wiken (daripada hanya selalu surabaya-gresik pp).

Bulan juli 2010 tampakanya menjadi bulan yang sedikit spesial.
I've spent 4 weekends in a row outside the town :)
Dimulai dari Magelang,Bandung,Jogja, dan terakhir Jepara.

Memang tidak semua kota tersebut saya kunjungi murni hanya untuk alasan jalan-jalan semata. Bahkan hanya trip ke jogja yang benar-benar saya niatkan untuk berbekpek-ria disana, dan selebihnya merupakan kunjungan yang didasari oleh alasan pribadi tertentu. Tapi setidaknya dari ke-empat trip tersebut mampu meng-alert-kan saya bahwa walaupun dalam keadaan waktu yang mepet sekalipun (cuma 2 hari libur+senen dah masuk kantor), berbekpek-ria mampu untuk dilaksanakan!!

Oke...
bersiap-siap lah wahai jawa+bali+lombok+sulawesi+belitung+dll !!!!
awak taklukan kelean semua sebentar lagi hahahahahaha