Sabtu, 03 Juli 2010

Coret-coret piala dunia




Tidak terasa WC 2010 akan hampir usai sebentar lagi..

Hampir selama sebulan ini para penggila bola di seluruh dunia dimanjakan oleh-oleh aksi-aksi brilian para gladiator lapangan hijau. Untuk masalah kualitas pertandingan sendiri, saya cenderung untuk berpendapat bahwa ini adalah piala dunia yang paling membosankan yang pernah saya ikuti. Sejauh ini vuvuzela dan jabulani selalu dijadikan kambing hitam atas kekurang atraktifannya pertandingan WC tahun ini. Yaaah setidaknya itu alasan yang lebih baik daripada alasan “belum gajian” yang sering kita temui di dunia sepakbola tanah air.

Hal teknis tentunya bukan menjadi sorotan utama bagi saya dalam pertandingan2 di WC tahun ini. Tapi banyak hal-hal di luar lapangan yang sangat menarik perhatian saya. Pertunjukan non-teknis tersebut sedikit banyak mampu memberikan pencerahan bahwa sepakbola tidak hanya melulu berbicara di soal teknis individu, strategi taktis ataupun team-work yang mumpuni. Tetapi juga berkorelasi erat dengan semangat kebangsaan, kemanusiaan, mental juara dan sikap fair play yang konon hal tersebut merupakan barang mewah di Indonesia.

Bagi saya WC 2010 tidak hanya selalu bisa diasosiakan sebagai festival sepakbola semata, bahkan saya menganggap bahwa ini adalah pertunjukan reality show yang sesungguhnya “real” (ini di luar konteks calciopoli tentunya, kalau untuk yang ini baru benar-benar cerita telenovela). Emosi, tawa, tangis, teriakan kemenangan, ratapan kepedihan, pengkhianatan, dan loyalitas semuanya mampu diperagakan apik oleh tiap aktornya. Walaupun tidak setiap cerita mampu berakhir dengan happy ending, tapi disanalah letak keindahannya, kita tidak pernah mampu memprediksi kelanjutan cerita di episode layaknya sinetron yang kadang sungguh sangat predictable. Banyak kisah-kisah menarik yang sungguh sangat disayangkan ketika menonton "reality show" ini.

Wasit sebagai pemimpin tertinggi di lapangan tentunya memiliki posisi yang sangat dihormati di lapangan. Keputusannya adalah mutlak dan tak terbantahkan. Namun wasit tetaplah manusia biasa, mengambil keputusan yang tepat dengan jangkauan wilayah kerja berukuran 110 m x 65 m bukanlah perkara enteng. Kesalahan pun kerap dilakukan oleh para korps berbaju hitam tersebut. Hal yang sangat menarik bagi saya adalah seberapun fatal kesalahan keputusan wasit tersebut, tidak ada tindakan protes berlebihan dari pemain, tim, ataupun bangsa yang telah dirugikan sebelumnya. Tidak ada acara walk out. Boro-boro pemukulan. Kearifan para semua pihak yang terlibat untuk menerima keputusan sang wasit merupakan suatu wujud penghormatan atas peraturan dan adanya kemampuan untuk berjiwa besar.

Hal menarik berikutnya yang membuat saya sedikit takjub adalah bahwa FIFA sebagai badan sepakbola tertinggi dunia bersedia untuk meminta maaf atas kekeliruan yang telah terjadi. Tidak cukup hanya dengan sekedar permintaan maaf, FIFA pun menyampaikan niat baik nya untuk mengevaluasi segala kesalahannya. Memang sungguh sangat terdengar klise permintaan maaf tersebut, tapi bagi anda yang sering membaca koran terutama berita-berita (olahraga) nasional contoh kasus diatas adalah contoh yang amat langka.

Bahkan tidak jarang saya mendengar komentar unik dalam membandingkan FIFA dengan PBB. Kadang saya pernah berpikir bahwa Sepp Blater lebih baik daripada sekjen PBB manapun, kerena sepakbola mampu membuat dunia untuk tidak berfikir tentang perang setidaknya untuk selama satu bulan. Sepakbola tampaknya mampu meredam para megalomaniac untuk sejenak melupakan jenis misil atau artileri berat macam apa yang akan mereka gunakan untuk membumihanguskan etnis tertentu.

Tak terasa WC telah menghibur dunia selama 80 tahun. Selama 19 kali penyelenggaraannya telah mampu membuat hampir seluruh warga dunia duduk manis menyaksikan pertandingannya, sembari sesaat melupakan perang, masalah hidup, problem pekerjaan, rutinitas harian ataupun video bokep yang lagi in. Sepakbola adalah candu yang memabukkan. Dan tentu saja pihak yang merasa dirugikan sepertinya adalah para pasangan-pasangan yang untuk sementara merasakan kurangnya perhatian akibat ulah segelintir 22 laki-laki iseng yang berlari mondar-mandir demi sebuah bola bundar.

Maaf ya pacar.. :)


Selamat berpesta warga dunia..!!

Selasa, 15 Juni 2010

Bersepeda dengan playlist hari ini, kemarin, dan (mungkin) besok

Sejak dari 1 bulan yang lalu, saya mulai menggunakan sepeda sebagai alat transportasi utama dalam pulang-pergi kantor - kontrakan (update info: secara sah dan meyakinkan pula saya didaulat sebagai laki-laki tertampan se-Petro yang pulang-pergi kerja dengan bersepeda). Sembari bersepeda dengan jarak tempuh 2,5 km perharinya, handphone dan headset telah menjadi teman wajib dalam mendampingi perjalanan tiap harinya. Selain menyenangkan, bersepeda santai sambil mendengarkan lagu ternyata merupakan ide brilian untuk bisa mengolahragakan masyarakat serta menyelamatkan dunia dari global warming dan resesi ekonomi (setidaknya itu alasan saya kenapa kok belum beli motor).

Ironisnya, walopun hampir satu bulan naik sepeda sambil berdendang ria, ternyata lagu yang diputar pun hanya itu-itu saja...
Berikut adalah teman-teman seperjalanan saya setiap hari:

01 The_dickies : Banana_splitsBagi sodara-sodara yang udah nonton pelem Kick-Ass, pasti sangat luar biasa familiar dengan lagu ini. Inget dengan scene dimana ketika si jagoan kita ini maen ke tempat Rasul dan dengan suksesnya Kick Ass dihajar secara berjamaah oleh anak buah Rasul.... eng ing eng Hit Girl pun muncul!

02 Pure Saturday : SpokenCurrently its not their best song in my own version. Tapi jangan pernah lewatkan lagu ini kerika bersepeda sore hari ketika pulang kantor...lembut dan menyejukkan di telinga :D

03 Belle and Sebastian : Piazza New York CatcherYihaaaaa...
One of my most fave.song ever!!!
Ga bosen-bosen waloupun udah di-rewind 3x hahahaha...
Lagu ini bisa ditemukan di OST-Juno..

04 Jonsi : Sticks & stonesBersepeda dengan backsound lagu ini serasa ikutan toothless si-naga-ompong terbang berpetualang berkelit diantara truk sepanjang jalan Tridarma.

05 Slipknot : Before I ForgetStart the headbanging now!!!
Dijamin naek sepedanya ngos-ngosan sampe kantor...

06 Queen : Somebody To LoveLagu yang sangat mengingatkan dengan teman-teman berkaraoke terbaik yang pernah ada
...

07 Sore : VrijemanThere is no any doubt left, "Vrijeman" might be the most brilliant song Indonesian artist ever made.

08 Monkey to Millionaire : Let's go & Strange is the song in our conversation
Ini dia jagoan baru ane skrang yang mengusung musik alternatif bergenre rock n roll (caile bahasa gw hahaha...)
Full energy!!


Yap...
Percayalah, dengan sedikit hiburan dan percaya diri..
bersepeda akan menjadi sangat-sangat menyenangkan :D

just like Freddie Mercury ever said, "Get on your bikes and ride!!"

Sabtu, 12 Juni 2010

Top 6 Golden Rule in Attending The Wedding Reception

Hadir dalam undangan pernikahan 3x dalam kurun waktu 1 bulan tentunya menjadi rekor pribadi tersendiri bagi saya. Dari 3x kesempatan tersebut, saya belajar beberapa hal yang tentunya menjadi perhatian wajib bagi para "pencari kenikmatan sesaat" ketika undangan tersebut berlangsung.





Baiklah berikut adalah beberapa hal yang perlu saya rekomendasikan bagi sodara-sodari sekalian:

1. Usahakan untuk tidak makan minimal 3 jam sebelum acara dimulai
n.b: Semakin lama waktu anda tidak makan sebelum acara secara linier akan berbanding lurus dengan tingkat pencapaian ketika menikmati jamuan santap siang.

2. Perhatikan kuantitas makanan yang diambil, jaga tiap porsi makanan hanya sepertiga dari porsi ideal anda sehari-hari. Ingat kata-kata mutiara dari bung einstein "Only two things are infinite, the universe and human stupidity, and I'm not sure about the former", tentunya perut anda tidak ada korelasi nya dengan kebodohan manusia, jadi berita buruknya perut anda masih mempunyai limit tertentu. Jagalah!

3. Kurangi untuk mengkonsumsi nasi dari pilihan hidangan yang disajikan. Selain cepat membuat kenyang,nasi tentunya membuthkan waktu yang lama untuk segera langsung dihabiskan. Ingat anda hanya punya kurang dari 1 jam!

4. Kurangi juga untuk mengkonsumsi air minum. Minumlah secukupnya, fokuskan kepada hidangan yang telah tersaji sebelumnya.
n.b: Konsumsi makanan yang berkuah,sehingga sambil menyelam minum aer sop pun memungkinkan.

5. Gunakan kaca mata kuda dan kuliit badak sebagai aksesoris utama. Fokuskan pada buruan anda dan berlindung lah dari pandangan-pandagan sinis orang lain. Jangan malu atau pun minder,anda adalah prajurit di medan perang. Percayalah,no guts no glory !

6. Kurangi bercakap-cakap ketika perburuan dilakukan, selain berpeluang untuk menghabiskan waktu juga mampu meningkatkan resiko tersedak.



Baiklah sekian pencerahan dari saya.
Semoga berhasil kawan!

Oh ya, tidak lupa pula panjatkan pula doa restu untuk yang punya acara..
semoga kelak diberi rahmat dan rezeki yang melimpahkan, dan diberi ingatan yang panjang...
sehinga kalo-kalo ada acara kek gini lagi, doi masih inget buat ngundang saya lagi..
amiiiiiiiiiiiiin..

Sabtu, 24 April 2010

Step 1: Accomplished

Alhamdulillah hasil tes IELTS (yang kedua kalinya) udah keluar..

Writing:6
Speaking:6
Listening:7
Reading:7

Overall: 6,5

Ada sedikit kenaikan di nilai writing yang dulunya 5,5..namun sayangnya saya masih belom bisa juga menaikkan nilai speaking(konon,awak dah cukup pede pas bacot :D)

dan sekarang..
tinggal menentukan langkah berikutnya..

wish me luck,
Bismillah..

Rabu, 31 Maret 2010

The Smiling Man

setiap pagi
ketika hampir setiap ruas jalan telah ramai sesak oleh para pengguna jalan
mungkin peran pak satpam sering terlupakan oleh kita

satu dari bapak-bapak penjaga jalan tersebut mampu menarik perhatian saya..
tidak hanya untuk hari ini,tapi hampir setiap kali saya berpapasan dengan beliau.

seorang satpam, berbadan kecil dan kurus serta berkulit sawo matang
pada setiap aktivitasnya beliau selalu tersenyum tulus sembari menampilkan sikap hormat yang tentunya sangat menyajikan keramahan bagi setiap para pengguna jalan yang melintas,tidak peduli apakah mereka memperhatikan beliau atau tidak..

sekali waktu ketika berpapasan dengan beliau,tetap ditemani dengan senyuman khasnya
saya membalas jamuan keramah-tamahannya dengan sedikit senyuman dan anggukan kepala
dan ternyta pak satpam ini pun membalas rasa hormat saya tersebut dengan mimik muka yang terlihat sangat senang dan tersenyum lebih lebar

hal tersebut ternyata membawa efek positif ke diri saya sendiri
tersenyum kepada orang lain serta dibalas dengan senyuman yang tulus dan indah mampu memberikan euforia berbeda di pagi itu

akhirnya saya baru menyadari pengertian bahwa "senyum itu sodaqoh"
saya yang pagi itu berperan sebagai sang fakir
merasa mendapatkan sumbangan berupa lembaran senyum dan kepingan keramahan dari si kaya

pak satpam itu selalu tersenyum
mungkin beliau bukan orang yang kaya dalam banyaknya materiil
tapi setidaknya dia telah berbagi kekayaan senyumannya setiap hari
yang tentunya tidak semua orang berada untuk mampu se"kaya" beliau


Terima kasih..
telah mengajarkan bahwa senyum itu mudah dan menyenangkan

Senin, 08 Maret 2010

Ayo (jangan) berantem!

akhirnya bisa nonton how i met your mother lagi!
kebetulan kali ini nyambung di season 5-seri 6

Di seri kali ini yang berjudul BIGPIPE menceritakan tentang perbandingan kualitas suatu hubungan di antara Barney-Robin dan Lliy-Marshall.
Konflik diawali saat Barney mengetahui bahwa Marshall mencuci piringnya sendiri atas permintaan Lily. Bagi Barney sangatlah tidak sepantasnya bagi pria untuk mencuci peralatan makannya sendiri. Marshall yang pada awalnya menganggap hal itu bukanlah suatu persoalan malah menelan mentah-mentah provaksi Barney tersebut.

Dan dalam keadaan telah sangat terprovokasi oleh hasutan Barney,maka Marshall pun mulai menyampaikan keberatannya kepada Lily mengenai masalah cuci-mencuci piring tersebut. The funny thing is Marshall delivered his objection in improper way, and of course it confusing lily obviously.
And BOOOOM…!!
The war began

Pertengkaran hebat pun terjadi. Masalah yang dibahas pun menjalar mulai dari masalah sepele mencuci piring, berkembang menjadi pekerjaan-pendapatan bahkan hubungan antara menantu-mertua (perhaps those are crucial issues among couples,rait..)

In the other side, Barney-Robin malah semakin menunjukkan bahwa mereka adalah the most perfect couple alive. Hubungan mereka berdua tampak sangat akur dan kelihatan tanpa pertengkaran sedikit pun. Tentunya hal ini menjadi hal yang mencurigakan bagi Ted. Dan dari hasil investigasi Ted menunjukkan bahwa those romanticism was totally fake. Pasangan ini mempunyai kecenderungan untuk selalu bertengkar, tapi mereka selalu menghindari hal tersebut tanpa mencoba untuk membicarakannya. Mereka berkilah bahwa dengan solusi run away-nya Barney atau Robin getting naked maka masalah pun akan selesai (what a great solution though :D). Finally in a desperate way, they confronting Marshall-Lily to discuss all the problems.

Selama mendengar penjelasan Barney-Robin mengenai pertengkaran mereka yang semakin menjadi-jadi, Marshall-Lily tiba-tiba mampu berbaikan kembali secara cepat dan instant. Tentunya hal tersebut merupakan hal yang sangat di luar akal sehat bagi Barney-Robin. They certainly wondering how come Marshall-Lily able to get along well just in seconds.

“…sometimes you just have to set your ego a side and remember at the love that you have for that person is way more important than winning”
-Marshall and Lily-

Don’t be afraid to get involved in fight
Saya kira bahwa tidak perlu takut untuk bertengkar atau malah mencari-cari alasan untuk menghindar.
Karena dalam pertengkaran tersebut tentunya kita punya ‘kesempatan’ untuk mengenal pasangan masing-masing dari sisi yang berbeda. Proses pendewasaan berpikir pun juga ditantang sedemikian rupa agar mampu menunjukkan telah seberapa pantas kah kita untuk pasangan kita sendiri. Dan tentunya keyakinan juga menjadi tuntutan untuk memastikan bahwa pertengkaran tersebut tidak berpengaruh apapun terhadap hubungan sebelumnya, or even somehow able turning into something more beautiful instead.

Everything which didn’t kill you only make you stronger.
Yang kita butuhkan untuk bertahan dan menang dari ‘pertempuran’ ini berupa keyakinan utuh terhadap pasangan, hubungan yang telah kita jalani sebelumnya, dan tentunya mimpi dan rencana bersama yang telah dirancang untuk masa depan kelak. Finally at the end of it, dengan bermodalkan hal itu seberapa pun besarnya gangguan, sesengit apapun pertengkaran, those conflicts will bring a stronger (both) of you than before.

Fight teach thousand of lessons for those who tolerance.
Pertengkaran mungkin dapat saya analogikan dengan lepasnya gigi susu ketika kecil dulu. Sakit memang, tapi itu hanya sementara. Dan setelah itu gigi dewasa pun akan segera muncul. Gigi yang lebih kuat, kokoh, dan stabil yang tentunya akan dapat memenami dan melindungi kita selamanya.




Please, do not set your own ego in the sake of your top priority
Restarting your point of view from single individual opinion into being more tolerance with others would bring a lovely result of fight.

Marshall obviously had delivered a marvelous lesson for me
who newly established and maintained relationship for now

Thank you Marshall :D

Selasa, 16 Februari 2010

take it or leave it...

Good news Arrived!

The company i work in has opened several opportunities,especially for the new employee to continue their study into the postgraduate level. Yes of course, you can choose overseas for this program.

But since i was failed on my first IELTS test last december, i didnt get the ticket yet for this recent departure, but luckily my name already on their to-be-considered list for the next application :)

hmmmmm...
at first i was in total rejection for this program. It seems quite premature for newbie industrial kid like me to gain more formal education without strengthen the industrial knowledge itself by conducting several experiences in field first. I would love to continue my study but i dont feel quite confidence with what do i have now.

Suddenly the fear of fail in taking the subject during the postgraduate program appears obviously. Lack of fundamental theory and application of physics engineering makes me re-think thousands time before apply for this program earlier.

but..
i'm pretty sure that there would be another 2nd chance for this beautiful opportunity..

Bismillah.
finally,i decided to take the chance..
eventhough there is no any guarantee to be enrolled for the next session, at least i would stand up fight to grab that moment..
i realized that motivations, pride, and hopes of my beloved family,friends and my girl was an comprehensive answer for everything that i fear of.

There is nothing to be afraid of,because the war isn't start yet.
Now it's the time to set up all the preparation in the best way i could.
Re-learn about the whole package from my own discipline as well as its applications in industrial plant,
and
go back again to the english course :)