Jumat, 29 Oktober 2010
Hari ini mulai jalan..
beep..
sms dari pacar,mampir ke hape...
"Mpung..
dua tahun lalu ada yang semangat nyeritain mimpi mau keliling eropa, bekpekeran... beberapa bulan yang lalu ndud yang dapet kesempatan duluan...
now its your turn..
selamat travelin..
selamat ngerasain extraordinary experience,
good or bad =).."
Yap..
today i'm leaving the town for a while..
Not for europe as my destination for now..
i'd rather choose thailand as my first step learning the meaning of traveling itself..
wish me luck for my first time experience having this remarkable overseas traveling
p.s:
i already noted Phuket and Europe as our next destinations as i promised you before, would you?
:D
Selasa, 12 Oktober 2010
Tour d'Java (Part 1)
And then..
Almost two years from that time, now i gladly report that i have done that traveling stories, although it came with some different cities as i have planned before. Sempu Island, as the finish line for the previous plan, is already noted for upcoming trip for next month.
For stories from the cities i have visited in, here they are:
1.Central Java
a.Solo
Unfortunately, I only spent less than 1 day in this thousands-of-culture-heritage city. Things i remembered most about this city is the remarkable delicious soup named Teamlo. I do believe i have to visit Solo again in the future in order to explore more another hidden legendary beauty there.
b.Dieng- Wonosobo
Hey Indonesia!
Proudly announced that i have stepped my own feet on the second highest plateau around the globe, DIENG!
Dieng is located 2100 m above the sea level and recognized as the second highest plataeu after The Himalaya. It only took 45 minutes from Wonosobo. Along the road to Dieng, the travelers would be amazed by spectacular scenery of the combination between hills, mountains, farm and the high land.
Dieng offers thousands of interesting places and unique cultures. Enjoying the beautiful sunrise might be the first thing you may not miss here. Besides that, Telaga Warna also known as one of the most favourite destination in Dieng. Few years ago, it has several colours appeared on its surface. Unfortunately, the deforestation effect of the mountains turned the Telaga warna into only a single colour appeareance lake.

Another places that you have to visit are The group of temples, Gatot Kaca, Pendawa Lima,or Arjuna. It absolutely fascinating all the travelers with its own unique structures and stories.
Another natural beauty of Dieng is the Crater of Sikidang. Just pay more attention cause this active creater emit strong sulphur odor at the air.
Things that really remarkable for me is the local spheres around is not so-like Indonesia. An extremely cold ambient temperature completed with pure fresh air around turn my self into forgetting Gresik for a while. Just make sure to equip yourself with extra clothes or jackets to keep your body warm.
For further information, it is highly recommended to pleased yourself with a unique food called “mie ongklok” at Wonosobo. A unique combination from a plate of thick sauce noodle while served with beef satay as a compliment. Obviously a must-tried cullinery!
c.Ambarawa Bandungan
Ambarawa is a great option in spending holiday with your family. Beautiful scenery and tracking path around the Gedung Songo Temple are the things that you can not miss from this place. Gedung Songo is a group of 9 temples which located separatedly by hills. The adventure challenge you to complete visiting all the temple only by walking.

Tons of thanks for the Nasti’s family for inviting me into their beautiful family gathering. Yes, I truly wish i could join with her another family events in the future.

to be continued....
Minggu, 19 September 2010
Kembali Pulang Ke Rumah – Part 1
Perjalanan mudik tahun ini memberikan banyak pelajaran tersendiri bagi saya. Tidak habis waktu dan tenaga rasanya untuk membagi pengalaman yang saya dapatkan ketika selama perjalanan tersebut. Pelajaran berharga pertama saya kali ini harus saya tebus dengan sangat mahal. Lolita a.k.a laptop item kebanggaan ane hilang berpindah tangan yang murni disebabkan oleh kecerobohan dalam menjaga barang.
. . .
Dengan menggunakan bis P*hal* Kenc*n* saya meninggalkan Gresik untuk menuju Bandung. Satu tas kecil dengan hape dan dompet, satu tas jinjing besar berisikan baju, satu bungkus oleh-oleh untuk keluarga pacar, serta satu tas backpack dengan laptop didalamnya merupakan bawaan yang dibawa pada hari tersebut. Tas jinjing masuk bagasi, paket oleh-oleh disimpan loker di atas kursi, tas kecil yang selalu menempel di badan, namun tas backpack yang “hanya” duduk manis dibawah kursi. Di tiket yang tercetak, saya seharusnya duduk di baris tengah dan berdampingan dengan seorang pemuda. Tapi tampaknya hari ini bis kelihatan tampak sangat lengang, sang kenek pun memberitahu bahwa masih banyak kursi kosong tersisa. Tampaknya tidak ada salahnya bagi saya untuk pindah barisan, menuju tempat duduk lapang dan sendiri. Kelak, hal tersebut merupakan keputusan yang akan sangat saya sesali.
Semua berjalan lancar, aman, dan tanpa ancaman selama perjalanan. Ketika break perjalanan untuk makan malam, tas backpack pun turut ikut serta dipanggul selama makan. Namun setelah itu, tas ini pun kembali disimpan rapi dibawah kursi, sedangkan saya terus terlelap hingga melewatkan break sahur. Aneh memang, dari beberapa kali perjalanan saya ke bandung, saya tidak pernah tidur senyenyak ini.
Bandung di pagi hari, bus berjalan pelan di tengah keramaian Jalan Soekarno Hatta. Saya pun berkemas untk bersiap turun di perempatan Kiaracondong. Dengan sigap tas backpack pun kembali menempel punggung. Tapi tampak terjadi keributan kecil di kursi barisan depan yang dipicu oleh seorang penumpang yang menempati kursi yang tepat dibelakang supir. Laki-laki yang sekitar berumur 30 tahun-an tersebut tampak panik sambil sesekali merogoh tasnya.
“Bagaimana ini pak, laptop saya hilang.” ujar laki-laki tersebut.
Ketika mendengar keluhannya tersebut, saya pun sempat menahan nafas untuk sementara. Saya merasa ada yang tidak beres, kenapa tas backpack tidak terasa berat seperti biasanya.
“Astaghfirullah, saya juga...”
. . .
Kehilangan (barang) menjadi hal yang sedikit langka diri saya pribadi. Sejak dari masa dahulu kala tampaknya saya termasuk orang yang cukup beruntung dalam masalah ini. Sudah cukup banyak kasus teman-teman yang telah mengalami kehilangan baik itu barang berupa HP, laptop, kamera , dompet, motor, dll ataupun orang-orang yang mereka sayangi. Lolita tampaknya menjadi kali pertama bagi saya untuk merasakan bahwa kehilangan itu sungguh sangat tidak mengenakkan.
Tampaknya benar apa kata orang, sesuatu akan terasa sangat berharganya tepat ketika ia telah meninggalkan kita. Seharusnya saya bersyukur, karena saya diingatkan “hanya” dengan sebuah laptop, bukan dengan hal lain yang lebih saya sayangi.
Saya sekarang sadar bahwa sudah sepantasnya kita mensyukuri dengan apa yang telah kita punyai. Hal ini memberikan pelajaran berharga bahwa jagalah dengan sebaik mungkin apapun yang saya miliki sekarang, apalagi hal tersebut merupakan seseorang yang amat sangat berarti bagi kita.
Terima kasih Lolita untuk dua tahun yang sangat berkesan ini.
Maaf ya Papa, uda sudah menghilangkan barang kesayangan papa ini. Mungkin lain waktu, uda bisa menggantinya dengan pengganti yang jauh lebih baik.
Rabu, 04 Agustus 2010
Kembali berjalan...
yap!!
hasrat yang bergelora untuk kembali berjalan melangkah untuk tengak-tengok keindahan negeri :)
Diilhami oleh setumpuk kejenuhan yang telah memuncak, informasi-informasi wisata murah-meriah di internet, berbagai cerita perjalanan beberapa teman dan kecemburuan mendalam pada teman yang bolak-balik sppd muter-muter indonesia, tampaknya berbekpek-ria muncul menjadi solusi cerdas dalam menghabiskan wiken (daripada hanya selalu surabaya-gresik pp).
Bulan juli 2010 tampakanya menjadi bulan yang sedikit spesial.
I've spent 4 weekends in a row outside the town :)
Dimulai dari Magelang,Bandung,Jogja, dan terakhir Jepara.
Memang tidak semua kota tersebut saya kunjungi murni hanya untuk alasan jalan-jalan semata. Bahkan hanya trip ke jogja yang benar-benar saya niatkan untuk berbekpek-ria disana, dan selebihnya merupakan kunjungan yang didasari oleh alasan pribadi tertentu. Tapi setidaknya dari ke-empat trip tersebut mampu meng-alert-kan saya bahwa walaupun dalam keadaan waktu yang mepet sekalipun (cuma 2 hari libur+senen dah masuk kantor), berbekpek-ria mampu untuk dilaksanakan!!
Oke...
bersiap-siap lah wahai jawa+bali+lombok+sulawesi+belitung+dll !!!!
awak taklukan kelean semua sebentar lagi hahahahahaha
Rabu, 21 Juli 2010
Mengeluh sebentar
Tapi ada kalanya saya berhenti sebentar lalu menghela nafas. Bahkan saya merasa sangat tidak ada apa-apanya dengan yang saya miliki.
Tak dapat dihindari bahwa kadang terlintas segelintir rasa iri melihat "rumput-rumput tetangga" yang lain..
Kita disini tidak selalu berbicara tentang uang, kawan..
Kesempatan, tantangan, passion ataupun kepercayaan interpersonal merupakan sebuah interpertasi keinginan untuk sebuah gambaran pekerjaan yang ideal..
Apakah saya telah mendapatkannya semua itu? tentu saja ada sebagian, tapi saya ragu apakah saya seberuntung yang lain.
Sebenarnya banyak pencerahan yang bisa ditemui dari lingkungan sekitar untuk meredam aura negatif tersebut,dan secara tak sengaja saya menemukan kata-kata mutiara yang mungkin sedikit banyak cukup memberikan inspirasi..
Ketika Kita mempunyai 1000 keinginan,
yakinlah bahwa Allah memiliki sejuta pengetahuan tentang kebutuhan Kita
(copas dari status-nya anggi :p)
If a man is called to be a streetsweeper, he should sweep streets even as Michelangelo painted or Beethoven composed music or Shakespeare wrote poetry. He should sweep streets so well that all the hosts of heaven and earth will pause and say, "Here lived a great streetsweeper who did his job well."
(Martin Luther King, Jr.)
dan
ditambah beberapa sms cerewet-nya pacar yang udah di-save di hape..
tarik napas
hembuskan
ayo lari lagi
hooooosssh...!!!
Sabtu, 03 Juli 2010
Coret-coret piala dunia
Tidak terasa WC 2010 akan hampir usai sebentar lagi..

Hampir selama sebulan ini para penggila bola di seluruh dunia dimanjakan oleh-oleh aksi-aksi brilian para gladiator lapangan hijau. Untuk masalah kualitas pertandingan sendiri, saya cenderung untuk berpendapat bahwa ini adalah piala dunia yang paling membosankan yang pernah saya ikuti. Sejauh ini vuvuzela dan jabulani selalu dijadikan kambing hitam atas kekurang atraktifannya pertandingan WC tahun ini. Yaaah setidaknya itu alasan yang lebih baik daripada alasan “belum gajian” yang sering kita temui di dunia sepakbola tanah air.
Hal teknis tentunya bukan menjadi sorotan utama bagi saya dalam pertandingan2 di WC tahun ini. Tapi banyak hal-hal di luar lapangan yang sangat menarik perhatian saya. Pertunjukan non-teknis tersebut sedikit banyak mampu memberikan pencerahan bahwa sepakbola tidak hanya melulu berbicara di soal teknis individu, strategi taktis ataupun team-work yang mumpuni. Tetapi juga berkorelasi erat dengan semangat kebangsaan, kemanusiaan, mental juara dan sikap fair play yang konon hal tersebut merupakan barang mewah di Indonesia.
Bagi saya WC 2010 tidak hanya selalu bisa diasosiakan sebagai festival sepakbola semata, bahkan saya menganggap bahwa ini adalah pertunjukan reality show yang sesungguhnya “real” (ini di luar konteks calciopoli tentunya, kalau untuk yang ini baru benar-benar cerita telenovela). Emosi, tawa, tangis, teriakan kemenangan, ratapan kepedihan, pengkhianatan, dan loyalitas semuanya mampu diperagakan apik oleh tiap aktornya. Walaupun tidak setiap cerita mampu berakhir dengan happy ending, tapi disanalah letak keindahannya, kita tidak pernah mampu memprediksi kelanjutan cerita di episode layaknya sinetron yang kadang sungguh sangat predictable. Banyak kisah-kisah menarik yang sungguh sangat disayangkan ketika menonton "reality show" ini.
Wasit sebagai pemimpin tertinggi di lapangan tentunya memiliki posisi yang sangat dihormati di lapangan. Keputusannya adalah mutlak dan tak terbantahkan. Namun wasit tetaplah manusia biasa, mengambil keputusan yang tepat dengan jangkauan wilayah kerja berukuran 110 m x 65 m bukanlah perkara enteng. Kesalahan pun kerap dilakukan oleh para korps berbaju hitam tersebut. Hal yang sangat menarik bagi saya adalah seberapun fatal kesalahan keputusan wasit tersebut, tidak ada tindakan protes berlebihan dari pemain, tim, ataupun bangsa yang telah dirugikan sebelumnya. Tidak ada acara walk out. Boro-boro pemukulan. Kearifan para semua pihak yang terlibat untuk menerima keputusan sang wasit merupakan suatu wujud penghormatan atas peraturan dan adanya kemampuan untuk berjiwa besar.
Hal menarik berikutnya yang membuat saya sedikit takjub adalah bahwa FIFA sebagai badan sepakbola tertinggi dunia bersedia untuk meminta maaf atas kekeliruan yang telah terjadi. Tidak cukup hanya dengan sekedar permintaan maaf, FIFA pun menyampaikan niat baik nya untuk mengevaluasi segala kesalahannya. Memang sungguh sangat terdengar klise permintaan maaf tersebut, tapi bagi anda yang sering membaca koran terutama berita-berita (olahraga) nasional contoh kasus diatas adalah contoh yang amat langka.
Bahkan tidak jarang saya mendengar komentar unik dalam membandingkan FIFA dengan PBB. Kadang saya pernah berpikir bahwa Sepp Blater lebih baik daripada sekjen PBB manapun, kerena sepakbola mampu membuat dunia untuk tidak berfikir tentang perang setidaknya untuk selama satu bulan. Sepakbola tampaknya mampu meredam para megalomaniac untuk sejenak melupakan jenis misil atau artileri berat macam apa yang akan mereka gunakan untuk membumihanguskan etnis tertentu.
Tak terasa WC telah menghibur dunia selama 80 tahun. Selama 19 kali penyelenggaraannya telah mampu membuat hampir seluruh warga dunia duduk manis menyaksikan pertandingannya, sembari sesaat melupakan perang, masalah hidup, problem pekerjaan, rutinitas harian ataupun video bokep yang lagi in. Sepakbola adalah candu yang memabukkan. Dan tentu saja pihak yang merasa dirugikan sepertinya adalah para pasangan-pasangan yang untuk sementara merasakan kurangnya perhatian akibat ulah segelintir 22 laki-laki iseng yang berlari mondar-mandir demi sebuah bola bundar.
Maaf ya pacar.. :)
Selamat berpesta warga dunia..!!
Selasa, 15 Juni 2010
Bersepeda dengan playlist hari ini, kemarin, dan (mungkin) besok
Sejak dari 1 bulan yang lalu, saya mulai menggunakan sepeda sebagai alat transportasi utama dalam pulang-pergi kantor - kontrakan (update info: secara sah dan meyakinkan pula saya didaulat sebagai laki-laki tertampan se-Petro yang pulang-pergi kerja dengan bersepeda). Sembari bersepeda dengan jarak tempuh 2,5 km perharinya, handphone dan headset telah menjadi teman wajib dalam mendampingi perjalanan tiap harinya. Selain menyenangkan, bersepeda santai sambil mendengarkan lagu ternyata merupakan ide brilian untuk bisa mengolahragakan masyarakat serta menyelamatkan dunia dari global warming dan resesi ekonomi (setidaknya itu alasan saya kenapa kok belum beli motor).Ironisnya, walopun hampir satu bulan naik sepeda sambil berdendang ria, ternyata lagu yang diputar pun hanya itu-itu saja...
Berikut adalah teman-teman seperjalanan saya setiap hari:
01 The_dickies : Banana_splits
Bagi sodara-sodara yang udah nonton pelem Kick-Ass, pasti sangat luar biasa familiar dengan lagu ini. Inget dengan scene dimana ketika si jagoan kita ini maen ke tempat Rasul dan dengan suksesnya Kick Ass dihajar secara berjamaah oleh anak buah Rasul.... eng ing eng Hit Girl pun muncul!02 Pure Saturday : Spoken
Currently its not their best song in my own version. Tapi jangan pernah lewatkan lagu ini kerika bersepeda sore hari ketika pulang kantor...lembut dan menyejukkan di telinga :D03 Belle and Sebastian : Piazza New York Catcher
Yihaaaaa...One of my most fave.song ever!!!
Ga bosen-bosen waloupun udah di-rewind 3x hahahaha...
Lagu ini bisa ditemukan di OST-Juno..
04 Jonsi : Sticks & stones
05 Slipknot : Before I Forget
Start the headbanging now!!!Dijamin naek sepedanya ngos-ngosan sampe kantor...
06 Queen : Somebody To Love
Lagu yang sangat mengingatkan dengan teman-teman berkaraoke terbaik yang pernah ada...
07 Sore : Vrijeman
There is no any doubt left, "Vrijeman" might be the most brilliant song Indonesian artist ever made.08 Monkey to Millionaire : Let's go & Strange is the song in our conversation
Ini dia jagoan baru ane skrang yang mengusung musik alternatif bergenre rock n roll (caile bahasa gw hahaha...)Full energy!!
Yap...
Percayalah, dengan sedikit hiburan dan percaya diri..
bersepeda akan menjadi sangat-sangat menyenangkan :D
just like Freddie Mercury ever said, "Get on your bikes and ride!!"
